http://radio.lepaknet.com:8000/listen.pls
...Selamat datang ke LepakNet.FM forum..sila login atau register bagi yang belum berdaftar...

http://radio.lepaknet.com:8000/listen.pls

LepakNet.FM :- Anda m¡nta, Kami ma¡nkan..®ad¡ø! LepakNetFm iRaMa iNteRaktif aNd@ -:
PortalHomeCalendarGalleryFAQSearchMemberlistRegisterLog in
Share | 
 

 Azab Kubur

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
LNetFM
Ahli Aktif Giler
Ahli Aktif Giler


Posts: 44
Join date: 19/11/2009

PostSubject: Azab Kubur   Fri Mar 05, 2010 3:36 am

Azab Kubur


Pertanyaan :
Saya ingin menanyakan perkara azab kubur. 1. Apakah azab kubur itu betul-betul mengazab secara fisik, atau azab kubur itu dilakukan sebagaimana halnya ketika kita bermimpi (menyiksa perasaan/batin) . 2. Orang yang akan disiksa seharusnya harus diadili terlebih dahulu. Setelah tahu kesalahan atau kebaikkannya baru diberikan pembalasannya. 3. Sepengetahuan saya penghisaban atas aktifitas hidup dan kehidupan manusia di dunia akan dihisab oleh Allah swt (bukan oleh malaikat), karena yang bisa berbuat adil hanyalah Allah swt. 4. Mungkinkah azab kubur dilaksanakan sebelum Allah swt menghisab manusia yang bersangkutan ?. 5. Bagaimana dengan manusia yang wafat di hari kiamat, dikubur mana mereka akan menerima azab ?. Lalu bagaimana kaitan Ayat Al-Qur'an tentang azab kubur ini. Apakah tidak berlaku untuk mereka yang wafat pada hari kiamat ?. 6. Setelah mereka mengetahui tempat mereka di surga (setelah dimasukkan ke dalam kubur), tentu secara otomatis mereka tidak perlu lagi
dihisab pada hari penghisaban. Pertanyaan di atas saya ajukan bukan tidak yakin dengan Al-Qur'an atau hadist, tapi lebih memuliakan Allah swt dalam hal janjinya yang akan menghisap semua aktifitas hidup dan kehidupan umat manusia selama hidup di atas dunia dan Allah tidak pernah mengatakan akan memerintahkan malaikat untuk menghisap atau mengadili manusia yang telah wafat sebelum hari kiamat. Demikian dari saya semoga jawaban yang diberikan akan menambah wawasan saya yang sangat sempit. Indra Zain

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Yang namanya adzab kubur bukanlah mimpi, tetapi kenyataan.

Namun karena alamnya berbeda, kita tidak bisa melihatnya secara pisik. Kalau kita bongkar kuburan orang kafir, bisa dipastikan tidak ada yang gosong dari jasadnya, kecuali bila Allah SWT ingin memperlihatkannya. Seperti yang sering kita lihat gambarannya di sinetron-sinetron. Namun umumnya, penyiksaan itu bukan secara pisik menurut alam dunia ini, melainkan secara pisik menurut alam kubur. Alamnya beda, maka wujudnya pun beda. Sebagian orang menyebutkan bahwa orang yang mati itu telah masuk ke 'dimensi' yang lain. Di dimensi yang lain itulah dia berujud pisik seperti kita sekarang ini, lalu digebuki malaikat atau diberi kenikmatan. Tetapi yang pasti bukan mimpi, melainkan kenyataan.

2. Allah tidak punya kewajiban untuk mengadili dulu hamba-hamba- Nya, baru menyiksanya.

Bukankah Fir'aun sudah disiksa sejak masih hidup, yaitu ditenggelamkan hingga mati ?. Bukankah Namrudz juga disiksa hidup-hidup, yaitu telinganya dimasuki lalat, lalu dia berputar-putar kesakitan hingga mati ?. Bukankah penduduk Sadom juga disiksa hidup-hidup dengan diangkat tanah mereka ke langit lalu dihujamkan ke dalam bumi, hingga lenyap di dalam bumi, bahkan hingga kini negeri mereka amblas 400 meter di bawah permukaan air laut ?. Bukankah sekian banyak umat lainnya yang membangkang, telah Allah siksa hidup-hidup, bahkan siksaan itu terus berlangsung hingga mereka mati ?.

Dan kalau mereka mati, bukan berarti siksaan mereka segera dihentikan. Siksaan terus mereka terima sepanjang mereka menunggu di alam kubur hingga datangnya hari kiamat.

Setelah itu memang ada timbangan dan pengadilan, tetapi karena mereka mati dalam keadaan kafir, tempat mereka sudah dipastikan di neraka. Kekal abadi selamanya, tidak akan keluar lagi.

Maka tidak ada halangan apapun bagi Allah untukmenyiksa para pembangkang di alam kuburnya. Masalah pengadilan akhirat, tetap pasti ada. Tetapi bukan berarti hukuman belum bisa dijalankan sebelum itu. Bukankah seorang pencuri yang ketahuan dan ditangkap polisi, juga langsung masuk tahanan, meski belum diadili ?. Bahkan pengadilannya sendiri baru digelar berbulan-bulan kemudian. Nanti kalau di dalam pengadilan dinyatakan bersalah dan dihukum setahun penjara misalnya, tinggal potong tahanan. Tapi sejak tertangkap, dia sudah harus merasakan hangatnya hotel prodeo, bukan ?. Maka begitu pula dengan para ahli maksiat, tukang membantah, para pembangkang syariat Islam.

Begitu mati, siap-siap digebuki malaikat adzab di alam kuburnya, bukan di kuburannya, bahkan sakratul maut pun sudah merupakan siksaan tersendiri buat mereka.

Pendeknya, siksa kubur itu benar adanya, karena didukung oleh Quran, sunnah dan juga logika manusia.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.
Bukankah Seharusnya Diadili Dulu Baru Disiksa Dikuburnya ?.
http://www.warnaisl am.com/syariah/ aqidah/2008/ 12/25/55020/ Bukankah_ Seharusnya_ Diadili_Dulu_ Baru_Disiksa_ Dikuburnya. htm
***

Pertanyaan :
Menurut buku yang saya baca berjudul tidak ada azab kubur, penulis meyakinkan bahwa Alquran tidak menyatakan itu kecuali hadis namun kualitas hadis tersebut lemah. 1. Benarkah tidak ada azab kubur ?. 2. Ke manakah ruh dan naps pasca kematian ?. 3. Apakah alam kubur hanya masa penantian ?. 4. Kapan manfaat amal jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya bagi yang sudah wafat ?.

Jawaban :
Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salah satu bentuk pemurtadan dan penghancuran Islam adalah dengan menanamkan keragu-raguan kepada hadits nabawi.

Cara ini oleh musuh Islam dipandang sangat efektif, karena lumayan hemat tenaga, tetapi punya dampak kehancuran yang besar. Contoh yang paling mudah adalah tentang ingkarnya sebagai umat Islam terhadap adanya siksa kubur. Alasannya, karena siksa kubur itu tidak disebutkan di dalam Al-Quran. Hanya disebutkan di dalam hadits, lalu hadits-hadits itu dituduh sebagai hadits yang lemah.

Padahal kedua argumentasi itu salah besar. Siapa bilang Al-Quran tidak bicara siksa kubur ?. Dan siapa bilang hadits tentang siksa kubur itu lemah ?.

Yang lemah bukan hadits tentang siksa kubur, tapi barangkali ilmu dan wawasan penulis buku itu sendiri. Sebab bagaimana mungkin ada orang yang mengaku beragama Islam, tetapi masih saja tidak paham dengan ayat Al-Quran ?. Atau masih tidak bisa membedakan mana hadits yang shahih dan mana yang tidak shahih ?. Apalagi sampai berani menulis buku, tapi sayangnya isinya tidak menggambarkan keluasan ilmu, kecuali hanya sekedar menjiplak habis pemikiran kufur materialis barat.

Dalil-dalil Siksa Kubur Adalah Dalil Yang Qath'i.

Sebenarnya adanya azab kubur itu sesuatu yang sudah qath'i dan pasti sifatnya. Tidak perlu dipermasalahkan lagi.

Dalam banyak ayat Al-Quran Al-Kariem dan juga tentunya hadits Rasulullah SAW, kita mendapatkan bahwa dalil yang jelas dan qath'i. Demikian juga Rasulullah SAW menyebut-nyebut azab kubur secara tegas, jelas dan terang. Bagaimana mungkin kemudian mengingkarinya semata-mata mengambil pengertian kedua dari ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem ?.


A. Ayat-ayat Quran :

1. Ayat Pertama :


Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang adanya azab kubur.

…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, , "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.
(QS. Al-Anam: 93)

2. Ayat Kedua :

…Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
(QS. At-Taubah: 101)

Di ayat ini teramat jelas bahwa Allah SWT menyiksa orang zalim itu dua kali, yaitu pada alam kubur dalam kematiannya yaitu setelah nyawa dicabut hingga menjelang hari kiamat. Dan berikutnya adalah siksaan setelah hari kiamat yaitu di neraka.

3. Ayat Ketiga :

Demikian juga yang Allah SWT lakukan kepada Fir'aun yang zalim, sombong dan menjadikan dirinya tuhan selain Allah SWT. Allah SWT mengazabnya dua kali, yaitu di alam kuburnya dan di akhirat nanti. Di alam kuburnya dengan dinampakkan kepadanya neraka pada pagi dan petang. Ini merupakan siksaan sebelum dia benar-benar dijebloskan ke dalamnya dan terjadinya pada alam kuburnya.
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat., "Masukkanlah Fir''aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras."
(QS. Al-Mu'min: 46)

4. Ayat Keempat :

Ayat ini lalu dikuatkan juga dengan ayat lainnya yang juga menyebutkan ada dua kali kematian, yaitu kematian dari hidup di dunia ini dan kematian setelah alam kubur.

Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan untuk keluar ? "
(QS. Al-Mu'min: 11)

B. Dalil Hadits Shahih :

Selain ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem, hadits-hadits shahih pun secara jelas menyebutkan adanya azab qubur. Sehingga tidak mungkin bisa ditolak lagi kewajiban kita untuk meyakini keberadaan azab kubur itu, sebab bila sudah Al-Quran Al-Kariem dan hadits shahih yang menyatakannya, maka argumentasi apa lagi yang akan kita sampaikan ?.

1. Hadits Pertama :

Dalam hadits yang pertama kami sampaikan tentang azab kubur ini, haditsnya masih amat kuat berhubungan dengan ayat Al-Quran Al-Kariem. Yaitu firman Allah SWT dalam Al-Quran Al-Kariem :

Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
(QS. Ibrahim: 27)

Sebuah lafaz dalam ayat di atas menyebutkan tentang 'ucapan yang tegas' yang dalam bahasa Al-Quran Al-Kariem disebut dengan 'al-qouluts- tsabit' dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa itu adalah tentang pertolongan Allah SWT ketika seseorang menghadapi azab kuburnya.

Dari Al-Barra' bin Azib dari Rasulullah SAW bahwa ketika seorang mukmin didudukkan di dalam kuburnya, didatangilah oleh malaikat, kemudian dia bersyahadat tiada tuhan kecuali Allah SWT dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah SAW, maka itulah makna bahwa Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh.
(HR Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja'a Fi azabil Qabri hn. 1280)

2. Hadits Kedua :

Ada sebuah doa yang dipanjatkan oleh beliau dan diriwayatkan dengan shahih dalam shahih Al-Bukhari.
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat, "Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab kubur …(HR Bukhari kitab azan bab doa sebelum salam hn. 789)

3. Hadits Ketiga :

Dalam kitab shahihnya itu, Al-Bukhari pun membuat satu bab khusus azab kubur.

Dari Aisyah ra bahwa seorang wanita yahudi mendatanginya dan bercerita tentang azab kubur dan berkata, "Semoga Allah SWT melindungimu dari azab kubur". Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keberadaan azab kubur itu. Rasulullah SAW menjawab, "Ya, azab kubur itu ada". Aisyah ra berkata, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan shalat kecuali beliau berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur".
(HR Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja'a Fi azabil Qabri hn. 1283)

4. Hadits Keempat :

Dalam kitab shahihnya itu juga, Al-Bukhari membuat satu bab khusus tentang berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur.

Dari Musa bin 'Uqbah berkata bahwa telah menceritakan kepada anak wanita Khalid bin Said bin Al-Ash ra bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur.
(HR Bukhari kitab Janaiz Bab At-Ta'awwuz min azabil Qabri hn. 1287)

5. Hadits Kelima :

Dari Aisyah ra bahwa beliau bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apakah manusia diazab di dalam kubur, lalu Rasulullah SAW menjawab, "Aku berlindung kepada Allah SWT dari hal itu (azab kubur).
(HR Bukhari kitab jum'at bab berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur ketika gerhana hn. 991, 996)
Kesimpulan:


Umat Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga hari ini telah berijma' (bersepakat) bahwa azab kubur itu adalah sesuatu yang pasti adanya.

Sehingga mereka yang mengingkarinya hanya dua kemungkinannya.

Pertama, mereka kurang dalam dan luas dalam mempelajari ayat dan hadits.

Kedua, mereka tahu ada dalil dan nash yang shahih dan sharih tapi mengingkarinya. Lepas dari motivasinya masing-masing.

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
Benarkah Tidak Ada Azab Kubur ?. http://www.ustsarwa t.com/search. php?id=116830408 0&cari=siksa%20kubur&tanya=answer
***

Pertanyaan :
Assalamu''alaikum Pak Ustadz. Apa yang dialami oleh orang yang sakaratul maut ?. Yang dialami/dijalani oleh orang yang meninggal tersebut di alam kubur ?. Bagaimana bentuk siksa kubur ?. Apa yang harus dilakukan oleh anak setelah kedua orangtuanya wafat ?. Terima kasih ustadz. Wassalam.

Jawaban :
Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1. Yang dialami oleh orang yang sakaratul maut :

Di dalam Al-Quran Al-Karim, Allah SWT telah menceritakan bagamana malaikat didatangkan kepada orang yang akan dicabut nyawanya. Dan khusus orang yang zalim, perlakuan malaikat memang cukup kasar dan menciutkan nyali. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya :
" Keluarkanlah nyawamu ". Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.
(QS. Al-An'am: 93 ).

Sedangkan kepada orang yang beriman kepada Allah SWT dan menjadi calon penghuni surga, perlakukan malaikat 180 derajat terbalik. Mereka demikian ramah dan baik hati. Kepada mereka Allah SWT mengatakan :
Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama''ah hamba-hamba- Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.
(QS. Al-Fajr: 27 -30).

Sedangkan secara umum dan dari penampilan pisik, ada hadits Rasulullah SAW yang menceritakan bagaimana keadaan orang yang sedang dicabut nyawanya :
Sesungguhnya pandangan seorang mayyit mengikuti ruhnya ketika dicabut.
(HR. Muslim 920).

2. Yang dialami orang yang meninggal di alam kubur :


Ruh itu lalu naik ke langit dan diperlakukan sesuai dengan amalnya di dunia. Bila ruh itu berasal dari orang yang beriman, maka pintu langit akan dibukakan untuknya dan disambut dengan hangat.

Sebaliknya, bila ruh itu dari orang kafir, zalim dan berlumur dosa, maka pintu langit akan tertutup untuknya dan mendapat perlakuan yang hina.

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
(QS Al-A''raf: 40).

Bahkan ruh itu akan dicampakkan dari pintu langit sebagaimana firman Allah SWT :
Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
(QS. Al-Hajj: 31).

Dua ayat inilah yang diucapkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadits shahih yang panjang ketika menjelaskan bagaimana ruh orang beriman dan ruh orang jahat. Salah satu potongannya kami nukilkan berikut ini :
Rasulullah SAW bersabda,
"…Lalu ruh jahat itu dikembalikan ke dalam jasadnya dan dua malaikat mendatanginya seraya bertanya, "Siapakah rabb-mu ?. Orang itu menjawab,"hah. .hah..aku tidak tahu".
Malaikat itu bertanya lagi,"Siapakah manusia yang diutus kepada kalian ?". "hah..hah..aku tidak kenal", jawabnya.
Lalu diserukan suara dari langit bahwa dia telah mendustakan hamb-Ku. Maka dekatlah dengan neraka dan dibukakan pintu neraka hingga panas dan racunnya sampai kepadanya.
Lalu kuburnya disempitkan hingga tulang-tulang iganya saling bersilangan.
Dan didatangkan kepadanya seorang yang wajahnya buruk, pakaiannya buruk dan baunya busuk dan berkata kepadanya, "Berbahagialah dengan amal jahatmu. Ini adalah hari yang kamu pernah diingatkan". Dia bertanya, "siapakah kamu, wajahmu adalah wajah orang yang membawa kejahatan ?". "Aku adalah amalmu yang buruk". "Ya Tuhan, jangan kiamat dulu".
(HR. Ahmad dalam musnadnya 4/287 hadits no. 4753 dan Abu Daud 4/239 hadits no. 18557 – hadits Shahih).

3. Bagaimanakah Bentuk Siksa kubur :


Pertanyaan di dalam kubur dan siksanya ada disebutkan di dalam Al-Quran Al-Kariem.
Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
(QS. Ibrahim: 27).

Dalam asbabun nuzul secara shahih diriwayatkan bahwa yang dimaksud dengan 'Allah SWT meneguhkan orang beriman dengan ucapan yang teguh adalah bahwa mayat orang beriman di kubur itu mampu menjawab dengan mantap tiga pertanyaan malaikat dalam kubur, yaitu tentang siapa tuhanmu, siapa nabimu dan apa agamamu.

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguh nya seorang hamba ketika diletakkan di kuburnya dan ditinggalkan oleh teman-temannya, maka dia masih mendengar suara sandal mereka." Imam Bukhari menambahkan, "Sedangkan orang munafik dan kafir diserukan kepada mereka".

4. Apa yang harus dilakukan oleh anak setelah kedua orangtuanya wafat :

Yang paling utama adalah mendoakannya, karena doa anak yang shalih adalah hal yang secara sharih disebutkan sangat bermanfaat bagi orang tuanya yang sudah meninggal.

Tentu saja anak itu harus anak yang shalih, beriman dan bertaqwa. Karena hanya doa orang yang dekat dengan tuhannya saja yang akan didengar. Jadi kalau anaknya jarang sholat, tidak pernah mengaji, buta ajaran agama dan asing dengan syariat Islam, lalu tiba-tiba berdoa, bagaimana Allah SWT akan mendengarnya. Sementara makanannya makanan haram, bajunya haram, mulutnya tidak lepas dari yang haram.

Selain itu anak yang sholih bisa saja mengeluarkan infaq, shadaqah dan ibadah maliyah lainnya yang diniatkan untuk disampaikan pahalanya kepada orang tuanya.

Tentang sampainya pahala ibadah maliyah dari orang yang masih hidup untuk orang yang sudah wafat, ada banyak dalilnya. Di antaranya adalah:
"Seseorang tidak boleh melakukan shalat untuk menggantikan orang lain, dan seseorang tidak boleh melakukan shaum untuk menggantikan orang lain, tetapi ia memberikan makanan untuk satu hari sebanyak satu mud gandum.
(HR An-Nasa'i).

Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya:" Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya ?. Rasul SAW menjawab : Ya, Saad berkata:" saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya"
(HR Bukhari).

Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa bukan hanya ibadah maliyah saja yang bisa disampaikan pahalanya kepada orang wafat, namun ibadah badaniyah pun bisa dikrimkan pahalanya untuk orang yang sudah wafat.

Dalilnya adalah nash berikut :
Dari 'Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya"
(HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini adalah hadits shahih yang menyebutkan bahwa pahala puasa sebagai ibadah badaniyah bisa dikirimkan untuk orang yang sudah wafat.

Selain itu pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ad halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya.

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.
Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya.
http://www.ustsarwa t.com/search. php?id=114258049 8&cari=siksa%20kubur&tanya=answer
***

Pertanyaan :
Assalamualikum wr wb. Pak Ustad, tadi saya baca artikel tentang alam kubur. Dari artikel tersebut, saya berfikir dalam alam kurbur kan ada kehidupan lagi. Pertanyaannya, kehidupan yang mana yang akan dihisab untuk menentukan seseorang masuk neraka atau surga, karena kalau di alam kubur ada kehidupan lagi berarti kita masih dikasih kempatan untuk bertobat dan beribadah kepada Allah lagi
Terimakasih. Wassalamualaikum wr wb.

Jawaban :
Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kehidupan di alam kubur memang ada, namun bukan kehidupan seperti di dunia ini. Kehidupan di alam kubur bukan kehidupan untuk mendulang pahala atau mendapatkan dosa. Urusan pahala dan dosa sudah selesai ketika seseorang meninggalkan dunia ini masuk ke kehidupan berikutnya yang disebut dengan alam kubur. Kalau di alam kubur masih ada kesempatan untuk taubat dan menjadi hamba yang beriman, maka pastilah tidak akan ada penghuni neraka. Sebab di alam kubur orang-orang sudah diperlihatkan kenikmatan surga dan kepedihan siksa neraka. Jadi mereka pasti akan taubat dan jadi orang beriman lalu semua masuk surga.

There is no second change, tidak ada kesempatan kedua. Kesempatan satu-satunya hanya alam dunia ini saja. Setelah ajal (the limit) sudah tiba, maka tidak ada lagi reingkarnasi, kembali ke dunia atau kesempatan taubat di alam kubur.

Bahkan alam kubur sebenarnya sudah menjadi bagian alam akhirat, sebab siksa dan kenikmatan hasil dari prestasi kehidupan di dunia sudah mulai bisa dirasakan di sana. Walaupun belum ada pengadilan, hisab, mizan dan seterusnya. Para ulama mengatakan bahwa siksa kubur itu saja sudah sangat pedih, apalagi nanti neraka betulannya.

Kunci Sukses Hidup di Alam Kubur :

Prestasi iman dan ibadah kita di dunia ini adalah kunci sukseskehidupan kita di alam kubur nanti.

Kalau kita sudah meninggal, maka habislah kesempatan kita untuk taat kepadanya, habis pula pahala yang akankita terima. Kecuali ada jenis amal tertentu yang bisa tetap terus mengalirkan pahala, meski kita sudah di alam kubur dan amal itu sendiri sudah terputus. Misalnya, sedekah jariyah (waqaf), ilmu yang bermanfaatatau anak shalih yang mendoakan. Atau ada doa dan permohonan ampunan dari saudara-saudara kita yang muslim, di mana memang Rasulullah SAW mensyariatkan agar kita yang masih hidup ini tidak lupa memintakan permohonan ampun buat saudara kita yang telah wafat serta mendoakan mereka. Misalnya dalam doa, shalat jenazah dan salam kepada ahli kubur saat kita berziarah ke makam.

Bukan hanya dengan doa, tetapi ibadah maliyahpun bisa berpahala dan sampai kepada mereka yang berada di alam kubur.Bahkan sebagian ulama malah mengatakan semua jenis ibadah, tidak hanya yang berupa harta, pahalanya bisa disampaikan kepada ahli kubur. Termasuk pahala bacaan Al-Quran.
Silahkan baca kajian tentang ini pada konsultasi sebelumnya.

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Back to top Go down
View user profile http://lnetfm.blogspot.com/
 

Azab Kubur

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
http://radio.lepaknet.com:8000/listen.pls :: -

Designed by faEQ | Best View : Firefox

Free forum | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Create your own free blog